Selasa, 03 November 2015

Kasus yang terjadi di Indonesia dan Solusinya


KASUS HUKUM
  • Kasus
Keluhan pelanggan seluler yang pulsanya terkuras habis tanpa disadari, gara-garamengikuti layanan push SMS content provider atau operator misalnya, merupakan contoh konkret “pengebirian” hak -hak konsumen. Pasalnya, konsumen tak tahu kalau layanan push SMS adalah layanan berlangganan. Yang dia tahu pulsanya habis begitu saja, karena setiap menerima SMS dari penyedia layanan, pulsanya langsung dipotong. Dengan tarif premium pula. Sementara, untuk menghentikan layanan itu, tak tahu pula bagaimana caranya, karena penyedialayanan tidak memberikan informasi lengkap.
  • Solusi :
Pemerintah seharusnya menindah tes pelanggaran” seperti contoh tersebut dan untuk perusahaan pelayanan jasa seluler semesti memberikan informasi yang lebih jelas dan lengkap sehingga tidak terjadi kasus seperti contoh diatas
  • Kasus
Terhambatnya pembangunan di daerah-daerah perbatasan antara lain merupakan buntut dari persoalan konflik internal di daerah tersebut. Akibatnya, pembangunan perbatasan masih belum bisa mengupayakan kesejahteraan rakyatnya. Hal tersebut dikatakan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Umar Anggara Jenie di sela-sela seminar "Masalah Pembangunan di Perbatasan: Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat" di LIPI Jakarta, Senin (16/2). "Level paradigm penanganan persoalan konflik di perbatasan harus diganti dengan pembangunan kesejahteraan wilayahnya. Menurutnya, banyaknya warga miskin di daerah tertinggal menjadi masalah yang ironi. Sebab, ketertinggalan itu justru memicu persoalan lain, seperti masalah sosial, keamanan, serta masalah kebangsaan. Selain itu, lemahnya koordinasi antarinstansi termasuk penyaluran modal masih belum jernih sehingga penundaan lebih kerap terjadi. "Ditambah lagi permasalahan warisan yang ditinggalkan penjajahan yang mengakibatkan kemiskinan yang berlarut-larut. Perlu penanganan multi disiplin dan kerja sama berbagai pemangku kepentingan, dalam upaya pembangunan daerah tertinggal. Pemerintah dalam satu sisi berfungsi sebagai promotor serta memberi stimulus fiskal, papar Umar. Sedangkan lembaga lainnya bisa masuk dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan masalah upaya pembangunan sumber daya manusia.
  • Solusi
Kasus konflik seperti ini sebaiknya menggunakan metode Arbitrasi, yaitu adanya peran orang ketiga sebagai penengah untuk penyelesaian masalah konflik ini. Peran orang ketiga dalam hal ini bisa berupa lembaga atau instansi lain dari pemerintah yang bertugas untuk mengawasi koordinasi antarinstantsi agar menjadi semakin lebih kuat koordinasinya. Dan mengawasi penyaluran modal agar lebih jernih dan transparan sehingga tidak sering terjadi penundaan yang diakibatkan oleh penyaluran modal.
  • Kasus
Guru membeda-bedakan siswanya di sekolah (berdasarkan kepintaran, kekayaan, atau perilakunya). Guru memberi sanksi atau hukuman secara fisik (di jewer, di pukul, di tendang, dan di suruh berdiri di tengah lapangan). Siswa mengejek/menghina siswa yang lain. Siswa memalak atau menganiayaya siswa lain. Siswa melakukan tawuran dengan teman sekolahnya ataupun dengan sekolah lain.
  • Solusi
Memperketat pengawasan terhadap murid, memasang CCTV di sekolah dan sekolah harus lebih sering mengadak acara sosialisasi.

KASUS POLITIK
  • Kasus
Perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
  • Solusi
Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya, tinjau kembali dan sesuaikan dengan hasil eksplorasi diri sendiri, atur dan rencanakan pertemuan antara individu-individu yang terlibat konflik, memantau sudut pandang dari semua individu yang terlibat.
  • Kasus
Kasus korupsi yang melibatkan mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari, tidak jelas kelanjutannya. Kejaksaan Agung yang menanganinya belum membawa perkara itu ke pengadilan. Ini terlihat dari sembilan nama kepala daerah maupun mantan kepala daerah yang terlibat kasus korupsi, tidak terdapat nama Ratna Ani Lestari.
  • Solusi
Upaya dalam menanggulanginnya, membenarkan transaksi yang dahulunya dilarang dengan menentukan sejumlah pembayaran tertentu, Membuat struktur baru yang mendasarkan bagaimana keputusan dibuat,Bagaimana dorongan untuk korupsi dapat dikurangi dengan jalan meningkatkan ancaman kepada yang bersangkutan.
  • Kasus
Politik kekerasan khususnya tindakan penghilangan secara paksa (penculikan) yang digunakan rezim otoriter Soeharto sebagai upaya menjawab dinamika dan gejolak politik yang berkembang di masyarakat (termasuk di daerah) selama berkuasa, sama sekali tidak dapat dibenarkan. Sehingga proses penyelesaian melalui pertanggungjawaban negara baik secara moral, politik maupun secara hukum tidak boleh diabaikan. Tragedy Aceh, Lampung, Tanjung Priok, Penghilangan secara paksa (Penculikan aktivis) dan lain-lain merupakan pelanggaran HAM yang sangat serius yang pernah terjadi di Indonesia.
  • Solusi
Upayakan segera gencatan senjata dan hentikan segala bentuk kekersan Aceh. Segera tarik pasukan non organik dari daerah Aceh. Segera bentuk KPP HAM Aceh sebagai langkah awal yang konkret untuk menuntaskan pesoalan Aceh secara menyeluruh. Segera adili seluruh pelanggaran HAM (kekerasan negara) yang terjadi di Indonesia Menuntut pemerintah untuk segera membentuk KPP HAM kasus penculikan aktivis pro-demokrasi menjelang kejatuhan Soeharto. Menuntut pertanggungjawaban negara untuk menjelaskan keberadaan serta nasib korban-korban penculikan yang hingga kini belum kembali.

KASUS EKONOMI
  • Kasus
Sumber daya yang menipis di Indonesia. Hal ini bukanlah suatu isu yang baru. Isu ini sudah lama mengemuka namun tak kunjung ada kejelasan yang ada hanya gembar gembor belaka tanpa ada suatu perbuatan yang nyata dan berefek besar. SDA dalam hal ini adalah berbagai produk minyak bumi memang menjadi masalah yang mengemuka bukan hanya di negeri ini, namun juga di dunia. Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai SDA dalam hal ini minyak bumi yang melimpah, namun tidak bisa mengelolanya dan hanya mengekspornya dalam bentuk minyak mentah dan mengimpor dalam berbagai bentuk Bahan Bakar Minyak (BBM), maka ‘tak heran seriring berkembangnya waktu SDA ini akan habis, karena membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaharuinya, contohnya diramalkan BBM akan habis pada tahun 2020.
  • Solusi
Berbagai solusi telah dikemukakan dimasyarakat, salah satu contohnya adalah ditemukan SDA pengganti BBM yang baru dan yang bisa diperbaharui. Solusi yang tepat adalah kurangi penggunaanya, alasannya sederhana seiring berjalanya waktu SDA akan habis, SDA pengganti BBM yang bisa diperbaharui tidaklah jelas dan belumlah efektif penggunaanya, lagipula pasti tidak akan mencukupi kebutuhan masyrakat pengguna BBM, ibarat pribahasa besar pasak daripada tiang. Cara sederhana, cukup kurangi impor kendaraan mobil dan motor, dan perbaikin infrastruktur angkutan umum yang ada serta batasi kepemilikan kendaraan pribadi.
  • Kasus
Ledakan populasi di Indonesia, bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Hal ini karena sudah terbukti dan sudah menjadi wacana yang mengemuka sejak dahulu kala. Indonesia terkenal dengan jumlah penduduk terbesar ke 2 setelah India, contohnya pada saat tahun 2010 jumlah 230 juta jiwa. Lebih dari di itu diramalkan bahwa jumlah penduduk di Indonesia akan terus meningkat dan meningkat. Menurut pandangan saya, hal ini tidak akan menjadi masalah jika peningkatan pendapatan disposibel masyarakat seimbang dengan peningkatan populasi penduduk di Indonesia. Namun yang menjadi masalah sesungguhnya menurut saya bukanlah ledakan populasinya, namun adalah perkembangan populasi yang lebih besar dibandingkan dengan perkembangan pendapatan disposibel masyarakat.
  • Solusi
Banyak sekali solusi yang bisa kita lihat di berbagai media yang ada, contohnya adalah program KB (Keluarga Berencana) yang mencanangkan 2 anak sudah cukup. Namun nampaknya itu hanya menjadi suatu gembar gembor belakan, karena tidak efektif dan tidak efisien serta mengundang pro kontra, terkait dengan persepsi pembatasan mempunyai keturunan. Menurut saya solusi yang efektif adalah ubah terlebih dahulu persepsi dimata masyrakat, maksudnya jika masyrakat berpendapat setiap anak punya rezekinya masing – masing, diubah bahwa anak itu bukan hanya dibuat saja, namun juga dipelihara, nah untuk memelihara anak itu butuh biaya yang cukup besar. Barulah program KB itu berjalan efektif, meski cuman berjalan 60 %, itu sudah bisa dikatakan efektif
  • Kasus
Ketidak-seimbangan struktur perekonomian Indonesia, disini maksudnya adalah terkait dengan ketidak-seimbangan distribusi pendapatan pemerintah yaitu seperti mengutip pendapat Prabowo sebagai berikut,Prabowo mencontohkan sirkulasi uang di Indonesia. Sebanyak 60% dari seluruh uang di Republik Indonesia beredar di ibukota Jakarta. Sebanyak 30% beredar di 32 kota lainnya. Hanya 10% dari uang yang beredar di seluruh Indonesia ada di pedesaan. Sementara 60% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. “Ini berarti 10% dari seluruh uang yang beredar di Indonesia dinikmati 60% penduduk Indonesia,” ujarnya. Prabowo juga memberi ilustrasi lain, yaitu persebaran uang di antara penduduk dilihat dari rekening di bank-bank seluruh Indonesia. Hanya 0,1% dari jumlah rekening menguasai 37% deposito. Mayoritas rekening memiliki tabungan di bawah Rp 100 juta tetapi hanya menguasai 18,5% dari uang itu. “Adalah sebuah kenyataan bahwa 0,17% warga Indonesia mengontrol 45% dari Pendapatan Nasional Bruto Indonesia,” kata putra Begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo itu. Data anggaran negara juga menunjukkan ketidakseimbangan struktur ekonomi Indonesia. Buktinya, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tahun 2012 sebesar Rp 1.200 triliun, hanya 3% atau sebanyak Rp 36 triliun disediakan untuk sektor pertanian. Padahal, 60% warga Indonesia hidup di sektor pertanian.
  • Solusi
Terkait dengan jumlah pendapatan negara yang berasal dari masyrakat pada umunya itu sedikit dibandingkan dengan pendapatan yan berasal dari masyarakat golongan menengah atas yang jumlah lebih kecil namun dalam hal menyetor pendapatan bagi pemerintah lebih besar. Maka solusinya adalah adanya pemerataan pendapatan dan juga pengaturan sturuk APBN untuk sektor masyrakat golongan menengah kebawah.
  • Kasus
Masalah Kemiskinan Pada akhir tahun 1996 jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 22,5 juta jiwa atau sekitar 11,4% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Namun, sebagai akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak pertengahan tahun 1997, jumlah penduduk miskin pada akhir tahun itu melonjak menjadi sebesar 47 juta jiwa atau sekitar 23,5% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Pada akhir tahun 2000, jumlah penduduk miskin turun sedikit menjadi sebesar 37,3 juta jiwa atau sekitar 19% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.Dari segi distribusi pendapatan nasional, penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan. Sebagian besar kekayaan banyak dimiliki kelompok berpenghasilan besar atau kelompok kaya Indonesia.
Solusi
Upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.

KASUS IMIGRAN GELAP
  • Kasus
Letak geografis Indonesia yang strategis untuk melintas ke Australia serta lemahnya keamanan dan pengawasan perbatasan Indonesia menjadi faktor utama penarik imigran ilegal ke Indonesia. Imigran yang sebagian besar berasal dari Iran, Irak, Pakistan, dan India menetap sementara di Indonesia untuk kemudian mengajukan suaka ke Australia.Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala kantor Imigrasi Jakarta Barat Bambang Satrio dalam acara sosialisi pemilik dan pengurus hotel dalam pengawasan orang asing, khususnya di wilayah Jakarta Barat. Sosialisasi tersebut juga dihadiri perwakilan Polrestro Jakrta Barat dan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.Selain itu, mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam juga dimanfaatkan oleh imigran tersebut. "Kultur masyarakat Indonesia terkesan dapat menerima pendatang baru yang mayoritas imigran tersebut adalah muslim,". Jalur yang digunakan imigran ilegal yang datang dari Malaysia tersebut masuk ke Indonesia lewat Sumatera. Mereka kemudian mengajukan permohonan status pengungsi ke UNHCR yang berada di Jakarta.Dia menambahkan, sesuai dengan Pasal 4 tentang Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi No. IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010 tentang Penanganan Imigran Ilegal mengatakan, imigran ilegal yang ditolak permohonan suakanya oleh UNHCR wajib dilaporkan ke Dijenim.
  • Solusi
Untuk menangangi kasus imigran gelap, solusi jangka pendek yang bisa dilakukan Imigrasi dan UNHCR adalah merelokasi, memulangkan mereka ke negara asal. Sementara untuk solusi jangka panjang Imigrasi akan membentuk Tim Pengkaji Penanganan Imigran Ilegal."Tugas Tim Pengkaji Penanganan Imigran Ilegal salah satunya adalah menjalin koordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Menko Polhukam, Depsos, Polri, BIN, TNI AL, UNHCR dan perwakilan negara asing," ujar Bambang.

KASUS BUDAYA
  • Kasus
Banyak sekali masalah-masalah kebudayaan di Indonesia, antara lain: Banyak budaya Indonesia yang diklaim bangsa lain, seperti REOG dan Batik yang diklaim bangsa lain. Hampir hilangnya suatu kebudayaan. Semakin terkikis oleh perkembangan zaman teknologi yang semakin canggih.
  • Solusi
Ada beberapa solusi yang bisa kita terapkan untuk mengurangi masalah - masalah tersebut, antara lain :
Pemerintah harus lebih memperhatikan perkembangan budaya kita.
Pemerintah harus segera membuatkan UU perlindungan untuk semua budaya kita.
Semua penduduk harus lebih mencintai budaya sendiri.
Melestarikan budaya Indonesia kepada gernerasi muda.
  • Kasus
Salah satu contoh masalah budaya saat ini adalah masuknya budaya barat yang mana sangat bertolak belakang dengan budaya kita (budaya timur). Budaya barat identik dengan pergaulan bebas, kurangnya tata krama da sopan santun, sedangkan budaya timur identik dengan tata krama dan sopan santun. Sehingga jika dipadukan akan timbul sisi negatif yaitu timbulnya pergaulan bebas dimana virginitas sudah tidak dipertanyakan lagi, bahkan pergaulan bebas sudah menjadi gaya hidup anak muda zaman sekarang.
     Selain itu, masalah lain yang muncul adalah masalah tentang perbedaan suku, ras, agama dan adat istiadat. Seperti contohnya kasus yang baru- baru ini terjadi seperti kasus di Ambon akibat perbedaan agama kita dapat saling membunuh satu sama lain. Jika kita masih tetap mementingkan sukuisme, rasisime, dan agama masing-masing, bukan tidak mungkin negara kita akan terpecah belah dan melupakan makna dan arti Bhineka Tunggal Ika.
  • Solusi
Solusi dari masalah tersebut adalah :
Masyrakat harus bisa memilah dengan masuknya budaya asing tanpa harus membuang budaya positif kita, contohnya, sifat ingin berusaha dan bekerja keras yang di tetapkan budaya asing. Dengan adanya kemajuan teknologi seharusnya dibuat batasan-batasan agar tidak terjadi hal-hal yang negatif yang tidak diinginkan.Dengan adanya perbedaan suku, ras, dan agama, kita seharusnya menjadikan perbedaan itu sebagai suatu kesatuan, bukan menjadi suatu pertikaian dan kita semua harus menghormati dan menghargai perbedaan tersebut. Kita semua harus menanamkan sifat pekerja keras dan pantang menyerah, serta membuang sifat malas dan sifat hanya ingin diberi.


KASUS KRIMINAL
  • Kasus
Pembunuhan tragis kejadian yang menimpa Ana Zuraida (23), warga RT 3 RW 2 Desa Tersobo, Kecamatan Prembun, Kebumen. Mahasiswi semester delapan Jurusan Dakwah, Fakultas Sastra Arab, Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta itu tewas dibunuh saat di tempat kosnya, Jalan Timoho, Sapen, Gk 1 No 437, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta, Selasa (23/2).
  • Solusi
Di dalam Alqur'an, Allah memberikan jalan keluar untuk mengatasi pembunuhan, yaitu: Surat Albaqarah (178):"Wahai Orang-orang beriman! Diwajibkan atas kamu melaksanakan hukum qishas (hukum balasan setimpal) di dalam pembunuhan;seorang laki-laki merdeka dg seorang laki-laki merdeka, seorang hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan seorang wanita dengan seorang wanita.Barang siapa pembunuh yang dimaafkan oleh saudara (yang terbunuh), maka hendaklah pembunuh itu mengikutinya dengan perbuatan yg baik, dan menyeraahkan 'tebusan' kepada keluarga terbunuh dengan baik. Itulah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barang siapa yg berbuat aniaya setelah penebusan itu, maka baginya siksaan yang pedih. QS Al-baqarah ayat 179: Dan bagimu di dalam "penegakan hukum qishas", terdapat suatu kehidupan (yg tenteram dan terjaga), wahai orang-orang yang berpikir (memiliki akal, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.
Seandainya orang yang melakukan pembunuhan itu, diberi hukuman mati, lalu orang-orang sebanyak-banyaknya diminta menyaksikan prosesi pembunuhan itu, dan dikatakan kepada mereka, barang siapa yg melakukan pembunuhan org lain, maka baginya pun akan diberikan hukuman mati sbgmana yg disaksikan itu, maka org yg hendak melakukan pembunuhan, akan "berpikir 1000x sblm melakukannya", krn jika tetap melakukan upaya pembunuhan, sama halnya dia juga akan minta dibunuh. Krn itulah, kehidupan akan tenteram. Begitulah, jika kita org berpikir, akan mengerti hikmah tersebut. Karena itu pula lah, orang beriman diwajibkan menegakkan hukum qishas itu, untuk menegakkan kedamaian di muka bumi. Selain itu, penegakkan hukum tersebut juga akan menjadikan kita menjadi orang-orang yang bertakwa.
  • Kasus
Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Mulai dari kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, free sex, hingga kriminalitas yang dapat menelan korban jiwa.
  • Solusi
Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang
Orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
Pemberian ilmu yang bermakna yang terkandung dalam pengetahuan dengan memanfaatkan film-film yang bernuansa moral, media massa ataupun perkembangan teknologi lainnya.
Memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja.
Membentuk suasana sekolah yang kondusif, nyaman buat remaja agar dapat berkembang sesuai dengan tahap perkembangan remaja.
  • Kasus
Kejahatan Komputer adalah segala aktifitas tidak sah yang memanfaatkan komputer untuk tidak pidana . Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.Contoh Kasus: Kartu Kredit Polisi Mabes Kena Sikat. Kejahatan memang tak pandang bulu, terlebih kejahatan di internet. Di dunia maya ini, Polisi dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pun kebobolan kartu kredit. Brigjen Pol Gorries Mere, yang saat ini menyandang jabatan Direktur IV Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, dikabarkan menjadi korban kasus carding. Sampai berita ini diturunkan, Gorries Mere tidak berhasil dihubungi untuk diminta konfirmasinya. Ketika dikonfirmasi ke Setiadi, Penyidik di Unit Cybercrime Mabes Polri, pihaknya membenarkan hal itu.
  • Solusi
Jagalah sebisa mungkin keamanan pada data penting bila perlu berikan password yang sulit untuk hacker bobol,jangan sampai data penting dapat di bobol oleh hacker dan mengakibatkan dampak buruk yang sangat besar.Selalu Update data antivirus. Berjaga jaga dan berpikir dahulu sebelum mengklik link-link tertentu.

KASUS NARKOTIKA
  • Kasus
Penyebaran narkoba dikalangan remaja dan anak. Pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi sangat bertentangan, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsikan narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 than, anak-anak menggunakan ganja dan sejenisnya.
  • Solusi
Dapat dilakukan pencegahan seperti preventif (melalui ceramah, penanggulangan, pameran dan seminar), primer (melalui konseling, sosialisasi, penyebaran informasi anti narkoba, meningkatkan kewaspadaan dan control terhadap lingkungan sekolah), dan sekunder (bekerja sama dengan pihak keluarga, tenaga pendidik, peserta didik, kegiatan pendidikan sebaya, keterampilan social, dan komite sosial).
  • Kasus
Pada saat ini salah satu persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkotika, psykotropika dan minuman keras pada umumnya disebabkan karena zat-zat tersebut menjanjikan sesuatu yang dapat memberikan rasa kenikmatan, kenyamanan, kesenangan dan ketenangan, walaupun hal itu sebenarnya hanya dirasakan secara semu. Banyak generasi muda yang terjerumus didalam lingkaran setan itu. Sehingga muncul generasi “junkies” yang gamang menatap hidup, tingginya angka penderita virus HIV/ AIDS yang mematikan.
  • Solusi
Adapun solusi alternative yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan beberapa pendekatan, seperti melakukan pendekatan agama (religious), pendekatan psikologis, dan pendekatan sosial.


Rabu, 14 Oktober 2015

Pengembangan Koleksi Perpustakaan


BAB I
PENDAHULUAN

            Salah satu kegiatan utama di perpustakaan yaitu pengembangan dan pengadaan bahan koleksi. Setiap perpustakaan akan berupaya mengembangkan, melengkapi dan memutakhirkan segala jenis bahan pustakanya demi terpenuhnya kebutuhan pemustaka yang menjadi objek atau sasaran utama perpustakaan.
            Mengadakan dan mengembangkan koleksi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal dan banyak faktor yang harus dipertimbangkan seperti apa saja koleksi yang menjadi kebutuhan pemustaka akan informasi sehingga pengadaan menjadi efektif dan atau kesesuaian jenis koleksi dengan visi perpustakaan atau visi lembaga penaungnya.

RUMUSAN MASALAH
1        Apa pengertian pengembangan koleksi ?
2        Bagaimana kegiatan pengembangan koleksi ?
3        Apa tujuan pengembangan koleksi dalam perpustakaan ?
4        Apa fungsi pengembangan koleksi untuk perpustakaan ?


BAB II
PEMBAHASAN

1.1. Pengembangan Koleksi
A.    Pengertian Pengembangan Koleksi
            Pengembangan koleksi adalah suatu istilah yang digunakan secara luas di dunia perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi dari masyarakat pengguna perpustakaan secara cepat dan ekonomis, dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang diproduksi di dalam maupun luar organisasi dengan menyatakan bahan pustaka apa saja yang harus diadakan di perpustakaan.
            Sebelumnya muncul istilah seleksi buku, buku dalam pengertian yang lebih luas yang mencakup monografi, majalah, bahan mikro dan jenis bahan pustaka lainnya.
            Di awal tahun 1970-an pengembangan koleksi perpustakaan merupakan istilah yang mempunyai konotasi lebih luas dari pada seleksi buku dan pengadaan bahan pustaka. Hal ini mengacu pada pengetahuan untuk mengadakan koleksi perpustakaan yang meliputi seleksi bahan pustaka yang harus ditambahkan secara cermat, dan pengadaan fisik bahan pustaka yang telah ditentukan. Didalam proses pengembangan tersebut termasuk kegiatan seleksi dan pengadaan buku (Sharma & Singh,1991).
            Sedangkan menurut Sulistyo Basuki (1991: 427) pengertian pengembangan koleksi lebih ditekankan pada pemilihan buku. Pemilihan buku artinya memilih buku untuk perpustakaan. Pemilihan buku berarti juga proses menolak buku tertentu untuk perpustakaan. Selanjutnya pengertian pengembangan koleksi mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan bidang kepustakawanan. Pengembangan koleksi, seleksi dan pengadaan menjadi istilah-istilah yang saling melengkapi.

1.2. Kegiatan Pengembangan Koleksi
            Pengembangan koleksi perpustakaan merupakan bagian dari kegiatan yang luas, yakni manajemen koleksi yang mencakup pengembangan kebijakan koleksi, pengalokasian biaya bahan perpustakaan, seleksi, analisis koleksi, kajian pengguna koleksi dan pemakai koleksi.
            Proses pemilihan bahan pustaka merupakan kegiatan yang harus dibatasi oleh tujuan dan sarana yang ingin dicapai perpustakaan. Dimana kegiatan pemilihan bahan pustaka merupakan proses mengevaluasi bahan pustaka yang akan dipilih sesuai dengan kebijakan perpustakaan. Kemampuan pengguna yang dilayani, dana, tenaga, dan pengolah yang tersedia di perpustakaan.        Dalam buku Pedoman Pembinaan Koleksi Perpustakaan (Siregar 1999 : 86) dan pengetahuan Literature dinyatakan bahwa adapun cara pemilihan bahan pustaka adalah:   
1        Pemilihan dilakukan berdasarkan sarana pengguna perpustakaan.
2        Pemilihan buku dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat bantu pemilihan buku.
3        Pemilihan buku dapat dilakukan dengan cara mengevaluasi buku secara langsung.
4        Berdasarkan hasil pembicaraan atau diskusi tentang buku yang dikelompokkan dari  kelompok diskusi atau media komunikasi.

           
            Ketetapan pemilihan koleksi ditentukan oleh beberapa prinsip penyeleksian bahan pustaka, antara lain : 
1        Pemilihan bahan pustaka yang tepat untuk pengguna perpustakaan
2        Permintaan pengguna
3        Pemilihan bahan pustaka harus benar-benar dapat mengembangkan dan memperkaya pengetahuan pengguna.
4        Setiap bahan pustaka harus dibina berdasarkan rencana tertentu.
            Ruang lingkup kegiatan pengembangan koleksi sangat luas cakupannya, tidak hanya melakukan pengadaan bahan pustaka saja, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap koleksi tersebut sehingga istilah pengembangan koleksi juga dikenal dengan istilah pembinaan koleksi, pembinaan bahan pustaka, dan pengadaan bahan pustaka.
            Ada 6 (enam) tahapan yang harus dilakukan oleh pengelola perpustakaan/ pustakawan, tahapan ini merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus dan membentuk suatu siklus yang tetap. Keenam tahapan tersebut adalah: analisis masyarakat (community analysis); pembuatan kebijakan seleksi (selection policies); seleksi bahan pustaka (selection); pengadaan bahan pustaka (acquisition); penyiangan bahan pustaka (weeding); dan evaluasi (evaluation).
1.      Mengenali Masyarakat Yang Dilayani (Community Analysis)
            Kelompok-kelompok pengguna dengan ciri tertentu, merupakan pengguna dari berbagai jenis perpustakaan, perencanaan yang mantap, jasa apa yang sesuai dengan pengguna tersebut sangat diperlukan.
            Dalam melakukan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat ini ada beberapa istilah yang sering digunakan seperti analisis masyarakat, analisis kebutuhan (need analysis), kajian pengguna (user’s studies), dan lainnya.
            Didalam melakukan analisis masyarakat, harus diperhatikan semua variabel yang mempengaruhi layanan perpustakaan kepada masyarakat. Semua data terbitan (buku, statistik, sosiologi, sejarah, dan lain-lain. Selain itu diperlukan juga data pendukung yang dapat diperoleh melalui interview maupun kuisioner.
2.      Kebijakan Seleksi (Selection Policies)
            Kebijakan dalam pengembangan koleksi, berisi suatu rencana atau tindakan yang dipakai sebagai acuan kerja di perpustakaan. Kebijakan-kebijakan itu diperlukan khususnya pada saat pengambilan keputusan subyek apa yang harus dibeli dan berapa banyak setiap subyek mendapatkan bahan, serta penentuan anggaran untuk setiap subyek.

3.      Pemilihan Bahan (Selection)
            Yaitu kegiatan perpustakaan/pusat informasi untuk memilih bahan pustaka, kegiatan seleksi ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pengembangan koleksi.
            Keberhasilan perpustakaan sangat ditentukan oleh tersedianya koleksi baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan demikian maka koleksi perpustakaan sudah seharusnya terus dipupuk dengan ketelitian dan kecermatan.
4. Pengadaan (Acquisition)
            Pengadaan mempunyai pengertian yang sangat luas tidak hanya sekedar pembelian atau pemesanan, namun mencakup hal-hal yang perlu dilakukan setelah melakukan pemilihan buku, yang meliputi :
a.       Perolehan buku, melalui :

  • Pembelian
  •  Hadiah
  • Pertukaran
b.      Pembayaran/tanda terima pembayaran
c.       Menyusun catatan-catatan yang berkaitan denga pengadaan
5.      Penyiangan (Weeding)
            Penyiangan merupakan suatu kegiatan perpustakaan untuk penyisihan bahan pustaka yang terdapat dalam koleksi perpustakaan yang dikarenakan koleksinya rusak, jarang dipakai, dan sudah tidak dipakai lagi, serta karena faktor hukum atau peraturan.
6.      Evaluasi (Evaluation)
            Evaluasi dilakukan untuk mengetahui peta kekuatan dan kelemahan koleksi. Kegiatan evaluasi ini berguna untuk mengetahui sejauh mana efektivitas koleksi bagi pengguna dan juga dapat diketahui anggaran tiap tahunnya yang berguna bagi pengajuan anggaran/dana untuk tahun berikutnya.
B.     Tujuan Pengembangan Koleksi
            Pengembangan koleksi adalah untuk menambah koleksi perpustakaan yang baik dan seimbang, sehingga mampu melayani kebutuhan pengguna yang berubah dan tuntutan pengguna masa kini serta masa mendatang.Tujuan pengembangan koleksi perpustakaan perlu dirumuskan dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pengguna agar perpustakaan dapat secara berencana mengembangkan koleksinya.
            Pengembangan koleksi adalah awal dari pembinaan koleksi perpustakaan bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyediaan bahan koleksi perpustakaan agar tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna dan jumlah bahan pustaka selalu mencukupi. Mutu perpustakaan dibentuk oleh kegiatan pengembangan koleksi ini.

C.    Fungsi Pengembangan koleksi
            Fungsi pengembangan koleksi adalah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan kuantitas koleksi perpustakaan, agar koleksi berkembang serta seimbang dalam varian subjek, jenis dan bentuk, serta formatnya dalam rangka mencukupi kebutuhan informasi bagi pemustaka atau pemakainya;
2.      Meningkatkan kualitas koleksi perpustakaan baik segi ketepatan subjek, kebaruan kandungan informasinya serta kesesuaian dengan kebutuhan informasi pemakainya;
3.      Menjamin agar koleksi perpustakaan senantiasa up to date sehingga tetap diminati pemustaka atau pemakainya.


KESIMPULAN
            Pengembangan koleksi adalah suatu istilah yang digunakan secara luas di dunia perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi dari masyarakat pengguna perpustakaan secara cepat dan ekonomis, dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang diproduksi di dalam maupun luar organisasi dengan menyatakan bahan pustaka apa saja yang harus diadakan di perpustakaan.
            Ada 6 (enam) tahapan yang harus dilakukan oleh pengelola perpustakaan/ pustakawan. Keenam tahapan tersebut adalah: analisis masyarakat( community analysis), pembuatan kebijakan seleksi (selection policies), seleksi bahan pustaka( selection), pengadaan bahan pustaka (acquisition), penyiangan bahan pustaka (weeding), dan evaluasi (evaluation).
            Pengembangan koleksi adalah awal dari pembinaan koleksi perpustakaan yang bertujuan meningkatkan kualitas penyediaan bahan koleksi perpustakaan agar tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna dan jumlah bahan pustaka selalu mencukupi.
            Fungsi pengembangan koleksi adalah meningkatkan kuantitas koleksi perpustakaan, meningkatkan kualitas koleksi perpustakaan dan menjamin agar koleksi perpustakaan senantiasa up to date sehingga tetap diminati pemustaka atau pemakainya.

DAFTAR PUSTAKA
Hildawati, Almah. Pemilihan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan. Makassar: Alauddin University Press, 2012.
Ibrahim, Bafadal. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara, 2005.
Wiji, Suwarno. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan. Sebuah Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2007.