Rabu, 14 Oktober 2015

Pengembangan Koleksi Perpustakaan


BAB I
PENDAHULUAN

            Salah satu kegiatan utama di perpustakaan yaitu pengembangan dan pengadaan bahan koleksi. Setiap perpustakaan akan berupaya mengembangkan, melengkapi dan memutakhirkan segala jenis bahan pustakanya demi terpenuhnya kebutuhan pemustaka yang menjadi objek atau sasaran utama perpustakaan.
            Mengadakan dan mengembangkan koleksi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal dan banyak faktor yang harus dipertimbangkan seperti apa saja koleksi yang menjadi kebutuhan pemustaka akan informasi sehingga pengadaan menjadi efektif dan atau kesesuaian jenis koleksi dengan visi perpustakaan atau visi lembaga penaungnya.

RUMUSAN MASALAH
1        Apa pengertian pengembangan koleksi ?
2        Bagaimana kegiatan pengembangan koleksi ?
3        Apa tujuan pengembangan koleksi dalam perpustakaan ?
4        Apa fungsi pengembangan koleksi untuk perpustakaan ?


BAB II
PEMBAHASAN

1.1. Pengembangan Koleksi
A.    Pengertian Pengembangan Koleksi
            Pengembangan koleksi adalah suatu istilah yang digunakan secara luas di dunia perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi dari masyarakat pengguna perpustakaan secara cepat dan ekonomis, dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang diproduksi di dalam maupun luar organisasi dengan menyatakan bahan pustaka apa saja yang harus diadakan di perpustakaan.
            Sebelumnya muncul istilah seleksi buku, buku dalam pengertian yang lebih luas yang mencakup monografi, majalah, bahan mikro dan jenis bahan pustaka lainnya.
            Di awal tahun 1970-an pengembangan koleksi perpustakaan merupakan istilah yang mempunyai konotasi lebih luas dari pada seleksi buku dan pengadaan bahan pustaka. Hal ini mengacu pada pengetahuan untuk mengadakan koleksi perpustakaan yang meliputi seleksi bahan pustaka yang harus ditambahkan secara cermat, dan pengadaan fisik bahan pustaka yang telah ditentukan. Didalam proses pengembangan tersebut termasuk kegiatan seleksi dan pengadaan buku (Sharma & Singh,1991).
            Sedangkan menurut Sulistyo Basuki (1991: 427) pengertian pengembangan koleksi lebih ditekankan pada pemilihan buku. Pemilihan buku artinya memilih buku untuk perpustakaan. Pemilihan buku berarti juga proses menolak buku tertentu untuk perpustakaan. Selanjutnya pengertian pengembangan koleksi mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan bidang kepustakawanan. Pengembangan koleksi, seleksi dan pengadaan menjadi istilah-istilah yang saling melengkapi.

1.2. Kegiatan Pengembangan Koleksi
            Pengembangan koleksi perpustakaan merupakan bagian dari kegiatan yang luas, yakni manajemen koleksi yang mencakup pengembangan kebijakan koleksi, pengalokasian biaya bahan perpustakaan, seleksi, analisis koleksi, kajian pengguna koleksi dan pemakai koleksi.
            Proses pemilihan bahan pustaka merupakan kegiatan yang harus dibatasi oleh tujuan dan sarana yang ingin dicapai perpustakaan. Dimana kegiatan pemilihan bahan pustaka merupakan proses mengevaluasi bahan pustaka yang akan dipilih sesuai dengan kebijakan perpustakaan. Kemampuan pengguna yang dilayani, dana, tenaga, dan pengolah yang tersedia di perpustakaan.        Dalam buku Pedoman Pembinaan Koleksi Perpustakaan (Siregar 1999 : 86) dan pengetahuan Literature dinyatakan bahwa adapun cara pemilihan bahan pustaka adalah:   
1        Pemilihan dilakukan berdasarkan sarana pengguna perpustakaan.
2        Pemilihan buku dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat bantu pemilihan buku.
3        Pemilihan buku dapat dilakukan dengan cara mengevaluasi buku secara langsung.
4        Berdasarkan hasil pembicaraan atau diskusi tentang buku yang dikelompokkan dari  kelompok diskusi atau media komunikasi.

           
            Ketetapan pemilihan koleksi ditentukan oleh beberapa prinsip penyeleksian bahan pustaka, antara lain : 
1        Pemilihan bahan pustaka yang tepat untuk pengguna perpustakaan
2        Permintaan pengguna
3        Pemilihan bahan pustaka harus benar-benar dapat mengembangkan dan memperkaya pengetahuan pengguna.
4        Setiap bahan pustaka harus dibina berdasarkan rencana tertentu.
            Ruang lingkup kegiatan pengembangan koleksi sangat luas cakupannya, tidak hanya melakukan pengadaan bahan pustaka saja, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap koleksi tersebut sehingga istilah pengembangan koleksi juga dikenal dengan istilah pembinaan koleksi, pembinaan bahan pustaka, dan pengadaan bahan pustaka.
            Ada 6 (enam) tahapan yang harus dilakukan oleh pengelola perpustakaan/ pustakawan, tahapan ini merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus dan membentuk suatu siklus yang tetap. Keenam tahapan tersebut adalah: analisis masyarakat (community analysis); pembuatan kebijakan seleksi (selection policies); seleksi bahan pustaka (selection); pengadaan bahan pustaka (acquisition); penyiangan bahan pustaka (weeding); dan evaluasi (evaluation).
1.      Mengenali Masyarakat Yang Dilayani (Community Analysis)
            Kelompok-kelompok pengguna dengan ciri tertentu, merupakan pengguna dari berbagai jenis perpustakaan, perencanaan yang mantap, jasa apa yang sesuai dengan pengguna tersebut sangat diperlukan.
            Dalam melakukan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat ini ada beberapa istilah yang sering digunakan seperti analisis masyarakat, analisis kebutuhan (need analysis), kajian pengguna (user’s studies), dan lainnya.
            Didalam melakukan analisis masyarakat, harus diperhatikan semua variabel yang mempengaruhi layanan perpustakaan kepada masyarakat. Semua data terbitan (buku, statistik, sosiologi, sejarah, dan lain-lain. Selain itu diperlukan juga data pendukung yang dapat diperoleh melalui interview maupun kuisioner.
2.      Kebijakan Seleksi (Selection Policies)
            Kebijakan dalam pengembangan koleksi, berisi suatu rencana atau tindakan yang dipakai sebagai acuan kerja di perpustakaan. Kebijakan-kebijakan itu diperlukan khususnya pada saat pengambilan keputusan subyek apa yang harus dibeli dan berapa banyak setiap subyek mendapatkan bahan, serta penentuan anggaran untuk setiap subyek.

3.      Pemilihan Bahan (Selection)
            Yaitu kegiatan perpustakaan/pusat informasi untuk memilih bahan pustaka, kegiatan seleksi ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pengembangan koleksi.
            Keberhasilan perpustakaan sangat ditentukan oleh tersedianya koleksi baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan demikian maka koleksi perpustakaan sudah seharusnya terus dipupuk dengan ketelitian dan kecermatan.
4. Pengadaan (Acquisition)
            Pengadaan mempunyai pengertian yang sangat luas tidak hanya sekedar pembelian atau pemesanan, namun mencakup hal-hal yang perlu dilakukan setelah melakukan pemilihan buku, yang meliputi :
a.       Perolehan buku, melalui :

  • Pembelian
  •  Hadiah
  • Pertukaran
b.      Pembayaran/tanda terima pembayaran
c.       Menyusun catatan-catatan yang berkaitan denga pengadaan
5.      Penyiangan (Weeding)
            Penyiangan merupakan suatu kegiatan perpustakaan untuk penyisihan bahan pustaka yang terdapat dalam koleksi perpustakaan yang dikarenakan koleksinya rusak, jarang dipakai, dan sudah tidak dipakai lagi, serta karena faktor hukum atau peraturan.
6.      Evaluasi (Evaluation)
            Evaluasi dilakukan untuk mengetahui peta kekuatan dan kelemahan koleksi. Kegiatan evaluasi ini berguna untuk mengetahui sejauh mana efektivitas koleksi bagi pengguna dan juga dapat diketahui anggaran tiap tahunnya yang berguna bagi pengajuan anggaran/dana untuk tahun berikutnya.
B.     Tujuan Pengembangan Koleksi
            Pengembangan koleksi adalah untuk menambah koleksi perpustakaan yang baik dan seimbang, sehingga mampu melayani kebutuhan pengguna yang berubah dan tuntutan pengguna masa kini serta masa mendatang.Tujuan pengembangan koleksi perpustakaan perlu dirumuskan dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pengguna agar perpustakaan dapat secara berencana mengembangkan koleksinya.
            Pengembangan koleksi adalah awal dari pembinaan koleksi perpustakaan bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyediaan bahan koleksi perpustakaan agar tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna dan jumlah bahan pustaka selalu mencukupi. Mutu perpustakaan dibentuk oleh kegiatan pengembangan koleksi ini.

C.    Fungsi Pengembangan koleksi
            Fungsi pengembangan koleksi adalah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan kuantitas koleksi perpustakaan, agar koleksi berkembang serta seimbang dalam varian subjek, jenis dan bentuk, serta formatnya dalam rangka mencukupi kebutuhan informasi bagi pemustaka atau pemakainya;
2.      Meningkatkan kualitas koleksi perpustakaan baik segi ketepatan subjek, kebaruan kandungan informasinya serta kesesuaian dengan kebutuhan informasi pemakainya;
3.      Menjamin agar koleksi perpustakaan senantiasa up to date sehingga tetap diminati pemustaka atau pemakainya.


KESIMPULAN
            Pengembangan koleksi adalah suatu istilah yang digunakan secara luas di dunia perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi dari masyarakat pengguna perpustakaan secara cepat dan ekonomis, dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang diproduksi di dalam maupun luar organisasi dengan menyatakan bahan pustaka apa saja yang harus diadakan di perpustakaan.
            Ada 6 (enam) tahapan yang harus dilakukan oleh pengelola perpustakaan/ pustakawan. Keenam tahapan tersebut adalah: analisis masyarakat( community analysis), pembuatan kebijakan seleksi (selection policies), seleksi bahan pustaka( selection), pengadaan bahan pustaka (acquisition), penyiangan bahan pustaka (weeding), dan evaluasi (evaluation).
            Pengembangan koleksi adalah awal dari pembinaan koleksi perpustakaan yang bertujuan meningkatkan kualitas penyediaan bahan koleksi perpustakaan agar tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna dan jumlah bahan pustaka selalu mencukupi.
            Fungsi pengembangan koleksi adalah meningkatkan kuantitas koleksi perpustakaan, meningkatkan kualitas koleksi perpustakaan dan menjamin agar koleksi perpustakaan senantiasa up to date sehingga tetap diminati pemustaka atau pemakainya.

DAFTAR PUSTAKA
Hildawati, Almah. Pemilihan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan. Makassar: Alauddin University Press, 2012.
Ibrahim, Bafadal. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara, 2005.
Wiji, Suwarno. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan. Sebuah Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2007.